![]() |
| Peletakan batu pertama pembangunan KDK/MP |
SIDOARJO – Pemerintah Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, resmi memulai pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan melakukan peletakan batu pertama, Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas ekonomi desa yang diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. Prosesi juga disertai selamatan sederhana sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tambak Sumur H. Mas’ud, Danramil Waru Kapten CBA Syaifuddin, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat dan pekerja proyek.
Kepala Desa Tambak Sumur, H. Mas’ud, menyampaikan dukungannya terhadap program prioritas nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Kami sangat mendukung program prioritas Presiden terkait KDKMP. Harapannya, ke depan masyarakat bisa lebih sejahtera dan makmur,” ujar Mas’ud.
Ia juga menambahkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan dapat bersinergi dengan KDKMP guna meningkatkan perekonomian warga Tambak Sumur.
Sementara itu, Danramil Waru Kapten CBA Syaifuddin menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung.
“Tanggung jawab kami adalah menjaga kondusifitas wilayah agar seluruh proses pembangunan berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Syaifuddin menargetkan pembangunan gerai KDKMP di Tambak Sumur dapat rampung 100 persen pada 21 Juli 2026. Selanjutnya, peresmian direncanakan dilakukan secara serentak oleh Presiden pada 18 Agustus 2026.
Ia juga menegaskan bahwa pihak Koramil siap memfasilitasi mediasi dan pengawalan dalam setiap proses sosialisasi kepada masyarakat, agar berjalan tertib dan tidak menimbulkan konflik.
Lebih lanjut, Syaifuddin memaparkan bahwa di wilayah Kecamatan Waru terdapat 17 desa, dengan progres pembangunan KDKMP yang bervariasi. Beberapa desa seperti Tambak Rejo dan Tambak Sawah telah mencapai 100 persen, sementara desa Bungurasih dan Janti masih dalam tahap pembangunan.
Adapun desa lain seperti Pepelegi, Ngingas, dan Tambak Sumur masih dalam tahap pemetaan lahan. Ia mengakui, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Waru menjadi tantangan tersendiri, mengingat kebutuhan standar lahan KDKMP sekitar 20 x 30 meter.
“Targetnya akhir April ini sudah mulai pembangunan, dengan estimasi pengerjaan selama tiga bulan. Diharapkan sebelum 31 Juli seluruhnya bisa selesai,” pungkasnya.
