![]() |
| Polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam seorang pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto |
Sidoarjo - Polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam seorang pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto berinisial RG (35) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (31/7/2026).
Proses pembongkaran makam dilakukan oleh jajaran Polresta Mojokerto bersama Tim Dokter Forensik Polda Jawa Timur. Selain mengekshumasi jenazah, petugas juga melakukan autopsi di lokasi pemakaman yang telah ditutup kain penutup untuk kepentingan penyelidikan.
Sebelum proses ekshumasi dimulai, polisi memasang garis polisi di area pintu masuk makam. Sejumlah petugas juga berjaga untuk mengamankan lokasi selama pemeriksaan berlangsung.
Kepala Dusun Lengki, Ainul Rofiq, mengatakan pihak desa hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan ekshumasi setelah menerima permohonan resmi dari kepolisian yang menindaklanjuti permintaan keluarga korban.
"Info dari pihak Polres Kota Mojokerto, bahwa dari pihak suaminya menemukan kejanggalan penyebab kematian almarhum, sehingga melapor untuk dilakukan otopsi," ujar Ainul Rofiq.
Ainul menjelaskan, korban merupakan warga asli Desa Suruh. Meski dalam sekitar satu tahun terakhir tinggal di Kota Mojokerto karena bekerja, identitas kependudukannya masih tercatat sebagai warga Desa Suruh dan keluarganya masih berdomisili di desa tersebut.
"Untuk ibu kandungnya masih tinggal di sini," ujar Ainur.
Sebelum meninggal dunia, korban yang bekerja sebagai penelaah teknis kebijakan di Kejari Kota Mojokerto dikabarkan sempat mengeluhkan sakit lambung saat bertugas. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Reksowaluyo Mojokerto, namun meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Hingga kini, Polresta Mojokerto belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil autopsi maupun dugaan kejanggalan yang melatarbelakangi permohonan ekshumasi tersebut. Polisi menyatakan proses autopsi dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.


