Santri Diminta Berani Bermimpi, Menag: Bisa Jadi Pemimpin Bangsa

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memberikan motivasi kuat kepada para santri saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pesantren di Jawa Timur


JAWA TIMUR – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memberikan motivasi kuat kepada para santri saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pesantren di Jawa Timur pada 16–17 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menag menekankan bahwa santri memiliki peluang besar untuk meraih masa depan, termasuk menjadi pemimpin bangsa.

“Santri bisa menjadi apa saja, termasuk pemimpin bangsa. Kuncinya adalah terus belajar, menjaga akhlak, dan percaya diri,” ujar Menag di hadapan para santri.

Pesan itu disampaikan dalam rangkaian kunjungan ke berbagai lembaga pendidikan Islam, mulai dari Pondok Tremas hingga Pondok Pesantren Gontor, serta sejumlah kampus Islam di Jawa Timur.

Menurut Menag, latar belakang sebagai santri bukanlah penghalang untuk sukses. Justru, pendidikan pesantren dinilai memiliki keunggulan dalam membentuk karakter dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga ditopang oleh moral dan integritas. Oleh karena itu, santri diminta tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut mengajak para santri untuk memiliki mimpi besar dan berani mengambil peran di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun global.

“Jangan pernah merasa kecil. Dari pesantren, kalian bisa melangkah ke mana saja dan menjadi apa saja,” tegasnya.

Selain memberikan motivasi, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan kepribadian.
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler