• Jelajahi

    Copyright © Memocyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Latest Post

    Plafon Perpustakaan SDN Pucang 1 Sidoarjo Ambrol Dimakan Rayap, Proses Belajar Mengajar Dua Shift

    REDAKSI
    Selasa, 11 Agustus 2026, Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T00:28:43Z
    Plafon ruang perpustakaan SDN Pucang 1 Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak ambrol


    Sidoarjo - Plafon ruang perpustakaan SDN Pucang 1 Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak ambrol. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena para siswa dan guru telah meninggalkan ruangan beberapa saat sebelum plafon runtuh.

    Kondisi ruang perpustakaan kini mengalami kerusakan cukup parah. Material plafon berupa galvalum dan kayu berserakan di lantai. Jaringan listrik di ruangan tersebut juga terputus. Sejumlah fasilitas sekolah, seperti rak buku dan meja baca, turut mengalami kerusakan setelah tertimpa material plafon yang runtuh.

    Ambrolnya plafon diduga terjadi akibat konstruksi kayu yang sudah lapuk karena usia dan dimakan rayap. Kerusakan ternyata tidak hanya terjadi di ruang perpustakaan. Sejumlah ruangan lain di SDN Pucang 1 juga ditemukan dalam kondisi yang membutuhkan perhatian.

    Di ruang kelas III-C, terdapat bagian plafon yang sudah jebol. Sementara di ruang komputer, terlihat bekas rembesan air hujan pada bagian pinggir atap akibat kebocoran.
    Sedangkan di ruang UKS, kondisi plafon terlihat sudah melengkung yang diduga akibat konstruksi kayu yang mengalami pelapukan.

    Kondisi sejumlah ruangan tersebut membuat pihak sekolah harus melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Ruangan yang dinilai rawan untuk sementara tidak digunakan demi menjaga keselamatan siswa dan guru.

    Kepala SDN Pucang 1 Sidoarjo, Sri Hariyani, mengatakan pihak sekolah tetap berupaya agar hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran tidak berkurang meski jumlah ruangan yang aman digunakan terbatas.

    "Kami tidak mengurangi hak anak untuk belajar. Kami tempatkan anak-anak di mushola dan di ruang perpustakaan yang baru. Pembelajaran demi keamanan siswa terpaksa diberlakukan dua shift. Pagi kelas satu, siang kelas dua," ujar Sri, Selasa (11/8/2026).

    Dengan keterbatasan ruang kelas, pembelajaran dua shift menjadi solusi sementara yang diterapkan sekolah.
    Pihak sekolah berharap perbaikan terhadap ruangan yang mengalami kerusakan dapat segera dilakukan. Terlebih, sejumlah bagian bangunan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.

    Sekolah berharap revitalisasi dapat dilakukan sebelum memasuki musim penghujan. Dengan begitu, risiko kerusakan bangunan semakin parah maupun kejadian plafon ambrol kembali dapat diminimalkan.
    Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan ruangan yang masih dinilai aman bagi siswa dan guru.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    WARTA KOTA DELTA

    +