Tujuh Hari Pencarian Tanpa Hasil, SAR Tutup Operasi ABK Hilang di Sampang


SAMPANG – Operasi pencarian terhadap Sri Sapto (39), anak buah kapal (ABK) MT Kusuma 1 yang dilaporkan jatuh dan hilang di perairan utara Kabupaten Sampang, Madura, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Selasa (2/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit P. H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku setelah tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban selama tujuh hari pencarian.

“Pencarian dihentikan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan dan tidak efektifnya pencarian melihat perluasan dari perkiraan lokasi korban berdasarkan SAR Map Prediction,” kata Nanang.

Pada hari terakhir operasi, keluarga korban turut mengikuti proses pencarian dengan menaiki KN SAR 249 Permadi. Mereka didampingi personel Kantor SAR Surabaya sejak kapal bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya hingga melakukan penyisiran di area pencarian di perairan utara Sampang.

Sejak laporan korban diterima, Kantor SAR Surabaya bersama tim SAR gabungan mengerahkan berbagai upaya pencarian. Selain melakukan penyisiran menggunakan KN SAR 249 Permadi di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban, petugas juga menyebarkan informasi melalui sistem e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian.

Langkah tersebut dilakukan agar kapal yang beroperasi di sekitar lokasi dapat membantu pemantauan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Meski berbagai metode pencarian telah dilakukan, termasuk perluasan area penyisiran berdasarkan prediksi pergerakan arus laut, hingga hari ketujuh korban belum berhasil ditemukan.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Surabaya melalui Pos SAR Sumenep dan KN SAR 249 Permadi, KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, BPBD Gresik, SROP Surabaya, SROP Bawean, SROP Kalianget, SROP Masalembu, VTS Surabaya, Pos Kamladu Gresik, UPP Kelas III Bawean, UPP Kelas III Telaga Biru, serta nelayan setempat.

Dengan dihentikannya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Namun apabila di kemudian hari ditemukan informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat dibuka kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler