![]() |
| Wagub Jatim tinjau korban diduga keracunan MBG di rumah sakit |
Sidoarjo - Puluhan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Rabu (2/9/2026) dini hari, dari data Dinas Kesehatan Sidoarjo tercatat sebanyak 316 santri telah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Notopuro Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, total santri yang juga dirawat di 6 rumah sakit lainnya sebanyak 446 santri, dan 173 santri dari semua rumah sakit sudah dipulangkan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak datang langsung meninjau kondisi para santri yang masih mendapatkan perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Emil memastikan pemerintah akan menanggung biaya pengobatan seluruh korban yang mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan keracunan tersebut.
"Karena ini banyak pasiennya, kami tadi dari dinkes provinsi juga ikut, memastikan penanganannya," ujar Emil Dardak saat meninjau korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu dini hari.
Selain memastikan penanganan para korban, Emil juga meminta seluruh santri dan siswa yang mengonsumsi makanan MBG dari penyedia yang sama untuk segera menjalani pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan karena makanan yang dikonsumsi para santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam ternyata juga dikonsumsi oleh sejumlah siswa dari sekolah lain di sekitar lokasi.
"Kami meminta seluruh santri maupun siswa yang mendapatkan makanan MBG dari penyedia yang sama untuk dicek dan diperiksa kondisi kesehatannya," kata Emil.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar apabila terdapat siswa atau santri lain yang mengalami gejala serupa, dapat segera mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Timur mengambil langkah dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. SPPG tersebut merupakan unit yang menyediakan makanan MBG bagi para penerima manfaat, termasuk santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam.
Wakil Koordinator Regional BGN Jawa Timur, Tegub Bayu menyebut penghentian sementara dilakukan hingga ada keputusan lebih lanjut dari BGN pusat.
"Jadi kita suspend untuk SPPG Kalitengah ini sampai ada keputusan dari BGN pusat," ujar Bayu.
Penghentian sementara ini dilakukan menyusul adanya dugaan keterkaitan makanan MBG yang disediakan SPPG tersebut dengan kejadian keracunan yang dialami para santri.
Hingga kini, penanganan terhadap para korban masih dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sementara itu, pemeriksaan terhadap makanan dan penelusuran sumber dugaan keracunan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.


