• Jelajahi

    Copyright © Memocyber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Latest Post

    Jaringan Gas Rumah Tangga di Sidoarjo Bakal Diperluas PGN ke 16 Kecamatan

    REDAKSI
    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T23:59:45Z
    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman didampingi PGN melihat sambungan jaringan instalasi jargas ke rumah rumah warga


    Sidoarjo - Jaringan Gas Bumi rumah tangga (Jargas) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resmi dioperasikan. Peresmian Jargas dilakukan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, pada Jumat (18/9/2026).

    Program jaringan gas rumah tangga yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ini saat ini telah beroperasi di Sidoarjo di dua kecamatan yakni Candi dan Waru.
     
    Pemerintah berencana memperluas pemanfaatan jaringan gas tersebut hingga menjangkau 16 kecamatan lainnya di Kabupaten Sidoarjo.
     
    Dudung mengatakan, implementasi Jargas di lapangan sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan yang membuat realisasi program berjalan tidak mudah.
     
    Menurutnya, kendala tersebut antara lain berkaitan dengan proses pemasangan, lingkungan hidup, status dan penggunaan lahan, pertanahan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.

    "Sebelum jaringan gas ini bisa diimplementasikan di lapangan, banyak kendala-kendala. Ini masalah realisasi pemasangan, masalah lingkungan hidup, masalah tanah, kemudian ATR/BPN, termasuk pemerintah daerah," kata Dudung.

    Dudung menegaskan, berbagai hambatan tersebut perlu diselesaikan agar program jaringan gas yang ditujukan untuk masyarakat dapat benar-benar direalisasikan.

    "Ini yang saya katakan hambatan-hambatan yang kemudian membuat program ini terhambat. Nah, maka KSP hadir untuk menyelesaikan program-program itu," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Infrastruktur PGN Heri Pramanta mengatakan, dari target pengguna di masyarakat Sidoarjo, pihaknya akan terus mendorong masyarakat yang telah mendapatkan sambungan untuk mulai memanfaatkannya.

    Heri menyebut, dari sambungan Jargas yang telah tersedia, masih terdapat sebagian pelanggan yang belum menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga.

    "Kalau di Gresik, yang belum menggunakan dari target sambungan itu ada sekitar 10 persen, dan di sini ada 20 persen. Itu yang harus kita sambungkan," ujar Heri.

    Menurutnya, PGN akan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang sudah memiliki sambungan jaringan gas tetapi belum menggunakannya.
     
    Dari hasil survei, kata Heri, sebagian warga masih terbiasa menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak. Sebagian lainnya juga mengaku masih nyaman menggunakan LPG karena merasa proses memasak lebih cepat.

    "Betul, punya sambungan tapi belum menyambungkan. Nah, ini yang nanti akan kami dekati, akan kita sampaikan. Karena rata-rata kita survei, ada yang biasa menggunakan kayu, kemudian ada yang masih nyaman dengan LPG," jelasnya.

    Heri juga menjelaskan aspek keamanan penggunaan gas bumi untuk rumah tangga. Menurutnya, jaringan gas rumah tangga dilengkapi zat pembau atau odoran sehingga kebocoran dapat lebih mudah dikenali.

    Selain itu, karakteristik gas bumi yang lebih ringan dari udara membuat gas cenderung bergerak ke atas apabila terjadi kebocoran.

    "Kalau masalah safety, sangat safety. Karena gas itu kalau bocor pertama ada baunya. Kita pasang namanya odoran," katanya.

    Heri menambahkan, karakteristik gas bumi berbeda dengan LPG yang memiliki berat jenis lebih tinggi sehingga cenderung berada di bagian bawah ketika terjadi kebocoran.

    "Yang jenisnya lebih ringan itu naik ke atas, sedangkan LPG turun ke bawah. Jadi yang berat jenisnya lebih ringan itu lebih aman," ujarnya.

    Dengan mulai beroperasinya jaringan gas rumah tangga di Kecamatan Candi dan Waru, pemerintah dan PGN selanjutnya menargetkan perluasan jaringan ke wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo.

    Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai salah satu sumber energi rumah tangga sekaligus memberikan alternatif bahan bakar bagi masyarakat.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru

    WARTA KOTA DELTA

    +