Sidoarjo - Dampak erupsi Anak Gunung Krakatau tidak hanya dirasakan oleh pengguna jasa penerbangan. Penutupan dua bandara di Jakarta turut membuat jumlah penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Surabaya menuju Jakarta melalui Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, melonjak hingga 45 persen.
Lonjakan penumpang terjadi dalam dua hari terakhir. Sejumlah calon penumpang terlihat memadati area keberangkatan bus AKAP tujuan Jakarta.
Sebagian penumpang mengaku beralih menggunakan bus setelah penerbangan mereka dibatalkan akibat dampak erupsi Anak Gunung Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan di Jakarta.
Kondisi tersebut membuat bus AKAP menjadi salah satu pilihan transportasi alternatif bagi penumpang yang harus segera tiba di Jakarta, terutama mereka yang memiliki kepentingan pekerjaan.
Salah seorang calon penumpang, Adit, mengaku sebelumnya berencana ke Jakarta menggunakan armada pesawat terbang. Namun, setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup dan penerbangannya tidak dapat dilakukan, ia memilih menggunakan bus.
"Saya mau ke Jakarta naik pesawat, cuma di Jakarta Soetta-nya ditutup. Akhirnya saya naik bus," kata Adit, Senin sore (7/9/2026).
Menurut Adit, sebelumnya ia sudah berencana melakukan perjalanan menuju Jakarta menggunakan armada udara. Namun karena imbas erupsi gunung Anak Krakatau, sejumlah bandara di Jakarta ditutup. Jadwal penerbangannya menggunakan pesawat udara akhirnya dibatalkan oleh pihak maskapai.
"Tiketnya sudah dapat, cuman dicancel. Akhirnya ya milih naik bus" ungkap Adit.
Sementara menurut petugas ticketing bus AKAP, peningkatan jumlah penumpang tujuan Jakarta mulai terasa sejak dua hari terakhir. Kenaikan jumlah penumpang bahkan mencapai sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal.
"Ada pelonjakan penumpang dikarenakan pesawat tidak ada yang berangkat dan kereta api penuh," ujar Eko, petugas ticketing Bus AKAP.
Menurut Eko, kenaikan jumlah penumpang bus AKAP mencapai sekitar 40 persen dibandingkan hari bisanya. Lonjakan terjadi sejak kemarin dengan rata-rata penumpang jurusan Jakarta dan Bogor.
"Lonjakannya lumayan, kurang lebih sekitar 45 persen, mereka rata-rata jurusan Jakarta dan Bogor," ungkap Eko.
Lonjakan penumpang ini menunjukkan bahwa gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Gunung Krakatau turut berdampak pada moda transportasi darat.
Dengan meningkatnya permintaan perjalanan darat, calon penumpang disarankan menyiapkan perjalanan lebih awal karena ketersediaan tiket bus dan kereta api berpotensi ikut meningkat akibat perpindahan penumpang dari moda transportasi udara.


